"Yang lemah akan dikuasai oleh egonya, yang bijaksana menguasai egonya, dan yang cerdas selalu berjuang melawan egonya" Itulah kutipan kalimat dari Hamza Yusuf menjadi sebuah daya dorong agar jangan menjadi seorang yang lemah melainkan menjadi orang yang bijak dan menggunakan akal untuk selalu berusah keras menjadi seorang pejuang karena itulah bagian-bagian yang dilakukan orang cerdas.
"Kita bisa belajar kebijaksanaan dengan tiga metode. Pertama, lewat refleksi, yang paling mulia. Kedua, dengan meniru, yang paling mudah. Ketiga, oleh pengalaman, yang paling pahit" - Confucious.
"Kita tidak bisa mengontrol apa yang datang pada kita, tapi kita bisa mengontrol perilaku kita terhadap apa yang datang pada kita. Dengan begitu, kita akan lebih mahir menghadapi perubahan alih-alih membiarkan perubahan menguasai kita" - Brian Tracy.
Melihat kesalahan orang lain yang melahirkan kegagalan dan kita hanya merendahkannya serta tidak menjadikannya sebagai sebuah pelajaran adalah satu hal yang bodoh, sebab ingat engkau tidak dalam lingkungannya sehingga engkau tidak mengalami dan merasakan yang dia alami dan rasakan karena mungkin juga bila ketika engkau berada seperti dalam lingkungan orang itu engkau pun sama seperti dia, maka dari itu yang di harapkan adalah kita harus memliki spiritualitas dan integritas serta berlakulah bijak karena jika engkau bijak, maka engkau akan belajar dari kesalahan orang lain dan hanya orang bodohlah yang belajar dari kesalahannya sendiri seperti peribahasa Latin mengatakan "Orang bijak belajar dari kesalahan orang lain, orang bodoh belajar dari kesalahannya sendiri" – Peribahasa Latin.